PEMBUMIAN / GROUNDING SISTEM adalah kunci pelepasan muatan listrik kedalam tanah atau bumi, karena bumi merupakan sebuah masa yang sangat besar sehingga mampu menerima muatan dan beban arus listrik berapapun dan dinetralkan. Grounding / Tahanan Pembumian merupakan ukuran hambatan atau resistansi listrik yang dihadapi arus saat mengalir dari elektroda pembumian ke dalam tanah, serta diukur dalam nilai Ohm. Ketahanan Pembumian / Grounding dengan nilai yang sangat rendah sangat penting untuk keselamatan instalasi Penyalur Petir / penangkal petir, Instalasi Listrik lainnya serta keselamatan Manusia. Dengan memiliki resiko yang tinggi untuk keselamatan Manusia dan Instalasi Listrik maupun Bangunan, Pembumian / Grounding Sistem diatur dalam Perundang – Undangan Republik Indonesia yang tercantum dalam PERMEN KEMENAKER No.02/MEN/1989 tentang Instalasi Penyalur Petir / Penangkal Petir dengan standar ketahanan maksimum 5 Ohm.
Faktor – Faktor penentu Kualitas Grounding :
-
- Resistivitas Tanah / Tekstur Tanah: Resistivitas Tanah adalah variabel terbesar; Tanah liat dan lembab memiliki resitivitas rendah (konduktor baik) sedangkan tanah berpasir, kering atau berbatu memiliki resistivitas tinggi (konduktor buruk) sehingga sangat sulit mencapai nilai resistansi rendah
- Kadar Air : Bila air tanah dangkal atau musim penghujan nilai resistansi mudah didapat dikarenakan sela – sela tanah mengandung cukup air sehingga konduktivitas tanah akan semakin baik
- Derajat Keasaman : Semakin asam PH tanah maka mudah menghantarkan arus petir
- Mineral Logam : Kandungan mineral tanah sangat mempengaruhi tahanan sebaran
Bahan yang digunakan untuk Grounding Penyalur Petir bisa berbentuk logam apapun dengan pertimbangan utama adalah bahan yang tahan terhadap korosi atau pengeroposan.
Macam – Macam Metode Grounding Penyalur Petir:
Berbentuk Tegak Lurus/Pasak : Batang Logam yang ditanamkan secara tegak lurus kedalam tanah

Paralel Grounding : Batang Logam yang ditanam secara tegak lurus atau mendatar pada kedalaman tertentu lebih dari satu titik Grounding, untuk mendapatkan nilai resistansi grounding yang diharapkan (dibawah 5 Ohm sesuai standar regulasi Pemerintah)

Grounding Plate : Sistem Grounding memakai Plat Logam Tembaga berbentuk lempengan yang ditanam tegak atau mendatar didalam tanah dengan dihubungkan kabel Tembaga telanjang (bare copper) sampai kepermukaan tanah

Sistem Grounding Terhubung : Sistem Grounding yang saling terhubung di dalam tanah antara satu titik grounding dengan titik grounding yang lain yang mengelilingi bangunan yang akan di proteksi.

Untuk menghitung atau mengukur ketahanan sebaran atau resistansi Grounding Sistem Penyalur Petir diperlukan Alat Ukur Grounding / Earth Tester Grounding dengan sistem digital sehingga hasil yang ditujukan memiliki keakurasian cukup tinggi. Alat ukur ini merupakan Standar Alat yang dipakai oleh DISNAKER

MATERIAL GROUNDING SISTEM
Copper Rod : AS dengan Material Logam yang terbuat dari Tembaga seutuhnya bersifat kondusif dan agak lunak

Ground Rod : As dengan Material Logam yang terbuat dari besi dilapisi tembaga dengan ketebalan 250 micron

Coupling Rod : Material untuk menyambungkan beberapa batang / Rod

Rod Drilling Head : Alat ini berfungsi mempercepat pembuatan grounding penyalur petir, dengan ujung runcing dapat menghindari kerusakan pada batang / Rod
Rod Drive Head : Alat ini dipasang pada bagian atas Rod yang berfungsi untuk menghidari kerusakan pada batang / Rod saat dimasukan kedalam tanah
Klem / Clamp : Material ini befungsi menghubungkan titik Grounding dengan kabel penyalur

Busbar : Digunakan untuk titik temu antara kabel Penyalur Petir dengan kabel Grounding terbuat dari Plat Tembaga yang berfungsi sebagai konduktor.

Earth Pit Grounding : Memiliki bobot ringan serta kuat dan memiliki tutup dari bahan Polymer yang memudahkan anda melakukan pengecekan berkala. yang mengakomodir busbar panjang 220 mm

Grounding Sistem Penyalur Petir / penangkal petir merupakan elemen paling krusial dalam sistem penyalur petir / penangkal petir. Yang memiliki fungsi:
- Menyerap dan menetralkan energi listrik petir di dalam tanah
- Menurunkan tegangan sentuh dan tegangan langkah
Grounding penyalur petir / penangkal petir yang baik harus memiliki:
- Tahanan tanah rendah
- Elektroda yang tertanam cukup dalam
- Media tanah yang mendukung (lembap dan konduktif)
- Tanpa grounding yang baik, penangkal petir menjadi kurang efektif, mengurangi fungsi bahkan bisa mengakibatkan bahaya.
Grounding system harus dipastikan terikat kuat, aman dan kokoh dengan kabel penyalur / konduktor. Berikut beberapa cara metode penyambungan kabel penyalur ke grounding system :
# Metode Klem ( Mechanical Clamp )
Metode Klem Adalah penyambungan mekanis antara kabel penyalur dengan elektroda tanah ( ground rod / plat / pipa ) menggunakan klem logam yang dikencangkan baut.
Cara kerja metode ini Adalah konduktor dijepit pada elektroda yang di baut sehingga menciptakan kontak Listrik, agar arus bisa dialirkan kedalam tanah oleh elektroda tanah.
Kelebihan Metode Klem
- Mudah dipasang
- Cepat dan praktis
- Biaya awal relative murah
- Cocok untuk instalasi sementara
Kekurangan Metode Klem
- Berpotensi kendor akibat getaran atau pemuaian
- Mudah terpengaruh korosi
- Hambatan sambungan relatef lebih tinggi
- Tidak ideal untuk arus petir besar
# Metode EXOTHERMIC WELDING
Exothermic welding adalah metode penyambungan konduktor logam (umumnya tembaga dengan tembaga atau tembaga ke baja) menggunakan reaksi kimia eksotermik dari bubuk thermit (campuran tembaga oksida dan aluminium).
Reaksi ini menghasilkan panas sangat tinggi ±2.500°C, sehingga:
-
Logam tembaga meleleh
-
Mengalir dan menyatu secara molekuler
-
Membentuk sambungan permanen tanpa hambatan listrik
Metode ini bukan pengelasan listrik, melainkan reaksi kimia murni. Prinsip dasarnya adalah reduksi oksida logam oleh aluminium:
Komponen Utama Exothermic Welding :
1.Cetakan Grafit : Yang terbuat dari grafit tahan suhu ekstrem panas yang bisa dibuat sesuai dengan ukuran dan jenis sambungan seperti
-kabel ke kabel
-kabel ke rod
-kabel ke plat tembaga
-kabel ke struktur baja
2.Bubuk Thermit (Welding Powder) : merupakan bubuk campuran khusus tembaga oksida dengan almunium
3.Bubuk Ignitor (Bubuk Stater) : merupakan bubuk untuk memicu reaksi bubuk thermit
4.Alat Pematik : alat yang digunakan untuk menyalakan bubuk starter
5.Klem dan Penjepit Cetakan : alat yang digunakan untuk menahan cetakan tertutup rapi dan tidak bocor

Proses ini menggunakan suhu tinggi yang dihasilkan dari reduksi alumunium menjadi tembaga oksida. Reaksi berlangsung dalam cetakan grafit yang dibuat sesuai dimensi konduktor yang akan di las. Reaksi hanya berlangsung beberapa detik yang menjadikannya proses pengerjaannya sangat praktis di lapangan tanpa memerlukan energi eksternal.
Proses exothermic Welding menghasilkan sifat keseluruhan yang luar biasa seperti:
- Ketahanan sangat baik terhadap oksidasi dan atmosfer garam
- Tanpa Porositas (presentase total pori)
- Kekuatan mekanis yang sangat baik
- Tidak dapat diubah
- Konduktivitas maksimal
- Tidak memerlukan listrik
- Direkomendasikan standar internasional (IEEE, IEC, SNI Grounding & Proteksi Petir)

Dalam sistem grounding dan penyalur petir, kualitas sambungan menentukan:
-
Kecepatan pelepasan arus petir
-
Keamanan bangunan
-
Umur instalasi
-
Stabilitas sistem kelistrikan
Sambungan yang buruk dapat menimbulkan:
❌ Percikan api
❌ Hambatan listrik tinggi
❌ Kerusakan instalasi
❌ Risiko kebakaran
Dengan sambungan Exothermic Welding menghilangkan seluruh risiko tersebut
Metode Penyambungan Exothermic Welding direkomendasikan untuk penyambungan :
- Grounding Penyalur Petir
- Grounding Gardu & Trafo
- Grounding Panel Listrik
- Grounding Alat Industri & Pabrik
- Grounding Tower BTS & Telekomunikasi
- Grounding Bangunan Bertingkat

Kami menyediakan layanan:
-
Instalasi grounding exothermic welding
-
Sambungan kabel ke grounding rod
-
Sambungan kabel ke plat tembaga
-
Sambungan grounding sistem penyalur petir
-
Konsultasi sistem grounding & proteksi petir
Dikerjakan oleh teknisi berpengalaman dengan material berkualitas tinggi.
# Metode Lug Connection
Metode ini menggunakan lug kabel yang dibaut ke plat grounding atau busbar. Dengan system kerja kabel konduktor di press ke lug, kemudian lug dibaut ke plat grounding atau busbar sehingga menghasilkan kontak Listrik melalui tekanan baut.
Kelebihan Metode Lug / Skun
- Mudah inspeksi
- Bisa dibongkar pasang
- Umum dilakukan pada panel
Kekurangan
- Baut bisa kendor
- Sensitive terhadap korosi
- Hambatan sambungan bisa meningkat
# Metode Compression Connector (Crimping)
Metode crimping Adalah metode penyambungan dengan konektor kompresi yang di pres menggunakan alat hidrolik
Kelebihan metode crimping
- Sambungan kuat
- Rapi dan konsisten
- Lebih baik dari klem biasa
Kekurangan metode crimping
- Masih berpotensi korosi
- Tidak sekuat Exothermic Welding
- Terbatas untuk arus petir ekstrem
KABEL BARE COPPER (BC)

Kabel penyalur petir tanpa isolator, juga cocok digunakan untuk penyebaran petir didalam tanah (Grounding) minimal standarisasi penghantar instalasi penangkal petir adalah berpenampang 50 mm.
Baik digunakan untuk pemasangan outdoor dan juga jauh dari instalasi lain (listrik, data) serta penghuni bangunan. Agar aman kabel ini harus dipasang di dalam pipa/conduite jenis PVC.
Hanya saja Kabel ini tidak dilengkapi dengan isolator pelindung, sehingga dikhawatirkan terjadi induksi sambaran petir dan loncatan arus pada material konduktor
KABEL NYA
Kabel Penyalur Petir dengan single core dan single isolasi pvc. baik digunakan untuk pemasangan didalam bangunan dan juga jauh dari instalasi lain (listrik, data) serta penghuni bangunan dengan penampang minimal 50 mm.
Harga yang relatif murah tetapi mudah cacat, tidak tahan air dan mudah digigit tikus. Agar aman kabel ini harus dipasang di dalam pipa/conduite jenis PVC
Ukuran Kabel NYA:
– NYA 1x 50 mm
– NYA 1x 70 mm
– NYA 1x 95 mm
– NYA 1×120 mm
KABEL NYY
Rekomendasi Kabel Penyalur Petir dengan single core dan isolasi pvc ganda yang mampu melindungi dari induksi. Memiliki bahan isolator yang kuat dan kaku mampu meredam dengan baik loncatan arus yang terjadi pada inti kabel.
Kabel ini dirancang untuk instalasi tetap didalam tanah ataupun berbagai kondisi seperti indoor maupun outdoor yang mana tetap harus diberikan perlindungan khusus seperti pipa PVC.

Ukuran Kabel NYY:
– NYY 1x 50 mm
– NYY 1x 70 mm
– NYY 1x 90 mm
– NYY 1×120 mm
Standar Spesifikasi Tinggi dengan single core dan dua lapisan isolator. Karakter kabel coaxial terdapat suatu lapisan isolator mempunyai banyak material yang menjadi satu kesatuan.
Lapisan isolator pada kabel berfungsi melindungi dari induksi dan loncatan arus antara inti kabel dengan material lain yang bersifat konduktor.
Kabel ini merupakan kabel penghantar petir dengan spesifikasi tinggi serta kualitas terbaik sangat baik untuk penempatan dalam ruangan dan penempatan berdekatan dengan instalasi lainnya (listrik maupun data) dengan ukuran umumnya 2x35mm, 1x50mm, 1x70mm
BARE COPPER TAPE
Bare Copper Tape ini berfungsi sebagai material konduktor pada rangkaian sistem Penyalur Petir yang kuat dan kokoh. Produk ini digunakan sebagai pengganti kabel BC dengan karakteristik penghantar listrik yang sangat baik
Jenis Produk: Bare Copper Conductor Tape
Ukuran 20 x 3 mm
Lebar: 20 mm
Tebal: 3 mm
Material: High Conductivity EC grade Copper.

