DEFINISI PENANGKAL PETIR

Penangkal Petir merupakan istilah atau kata yang umum dan popular diseluruh kalangan Masyarakat, kata Penangkal Petir bisa digunakan sebagai promosi atau percakapan dalam sehari – hari. Namun secara teknis petir “tidak ditangkap atau di cegah”, melainkan Petir di salurkan ke tanah melalui sebuah sistem rangkaian yang baik dan benar.  Sehingga kata yang lebih tepat yakni Penyalur Petir”, Baik secara ilmiah , teknis , fungsi, maupun secara Regulasi yang tertera dalam Undang – undang yang berlaku.

 

1. Pengertian Penyalur Petir / Penangkal Petir secara Komprehensif

Penangkal petir atau penyalur petir adalah sistem proteksi eksternal bangunan yang dirancang untuk menyalurkan / mengendalikan energi sambaran petir dengan cara:

  • Menangkap sambaran petir ( Air Terminal )
  • Menyalurkan arus listrik bertegangan sangat tinggi ( Kabel Penyalur )
  • Membuang energi tersebut ke dalam tanah (bumi) secara terkendali ( Grounding Sistem ) dengan nilai resistansi grounding yang telah di atur Undang – Undang di bawah 5 Ohm

Tujuan utamanya adalah mencegah petir memilih jalur acak melalui struktur bangunan, manusia, atau instalasi listrik yang dapat menyebabkan kerusakan fatal atau kerugian

2.Prinsip Kerja Penyalur Petir / Penangkal Petir

Petir membawa energi listrik yang sangat besar, dengan karakteristik:

  • Tegangan hingga jutaan volt
  • Arus dapat mencapai puluhan ribu ampere
  • Waktu sambaran sangat singkat namun destruktif

Penyalur Petir / Penangkal petir bekerja berdasarkan prinsip jalur hambatan paling kecil. Sistem ini menyediakan jalur konduktif yang terencana, sehingga energi petir:

  • Tidak melewati beton, besi struktur, kabel listrik, atau tubuh manusia
  • Langsung diarahkan menuju Pembumian ( Grounding Sistem ) secara aman, di dalam tanah Listrik akan di netralkan

 

3. Komponen Utama Penangkal Petir

Terminal Udara (Air Terminal)

Air Terminal dipasang pada bagian paling atas atau titik tertinggi bangunan, biasanya berbentuk batang logam yang runcing berbahan tembaga / lapis tembaga / almunium / Stainless Steel. Air Terminal memiliki Fungsi:

  • Menjadi titik tangkap / penerima sambaran petir
  • Air Terminal merupakan gerbang utama yang menangkap atau menerima energi petir
  • Mengendalikan arah sambaran agar terfokus pada satu titik yang aman

Bentuk terminal udara dapat berupa:

  • Batang runcing / Splitzen ( Konvensional ) : Air Terminal Splitzen memiliki sifat pasif (menerima) sambaran petir
  • Kepala elektrostatis / Head Terminal ( Elektrostatis ) : Head Terminal Elektrostatis ( Early Steamer Emulsion ) memiliki sifat aktif ( menangkap ) sambaran petir

Konduktor Penyalur

Merupakan kabel atau plat logam (tembaga / aluminium) yang menghubungkan terminal udara ( Air Terminal ) dengan grounding. Yang memiliki fungsi:

  • Menyalurkan arus petir secara cepat dan stabil
  • Menahan panas dan tekanan elektromagnetik akibat arus besar

Sebuah kabel / plat konduktor harus:

  • Berpenampang sesuai standar
  • Dipasang lurus, minim belokan tajam
  • Terikat kuat pada struktur bangunan

 

Sistem Grounding (Pentanahan)

Merupakan elemen paling krusial dalam sistem penangkal petir. Yang memiliki fungsi:

  • Menyerap dan menetralkan energi listrik petir di dalam tanah
  • Menurunkan tegangan sentuh dan tegangan langkah

Grounding yang baik harus memiliki:

  • Tahanan tanah rendah
  • Elektroda yang tertanam cukup dalam
  • Media tanah yang mendukung (lembap dan konduktif)
  • Tanpa grounding yang baik, penangkal petir menjadi kurang efektif, mengurangi fungsi bahkan bisa mengakibatkan bahaya.

Grounding system harus dipastikan terikat kuat, aman dan kokoh dengan kabel penyalur / konduktor. Berikut beberapa cara metode penyambungan kabel penyalur ke grounding system :

# Metode Klem ( Mechanical Clamp )

Metode Klem Adalah penyambungan mekanis antara kabel penyalur dengan elektroda tanah ( ground rod / plat /  pipa ) menggunakan klem logam yang dikencangkan baut.

Cara kerja metode ini Adalah konduktor dijepit pada elektroda yang di baut sehingga menciptakan kontak Listrik, agar arus bisa dialirkan kedalam tanah oleh elektroda tanah.

Kelebihan Metode Klem

  • Mudah dipasang
  • Cepat dan praktis
  • Biaya awal relative murah
  • Cocok untuk instalasi sementara

Kekurangan Metode Klem

  • Berpotensi kendor akibat getaran atau pemuaian
  • Mudah terpengaruh korosi
  • Hambatan sambungan relatef lebih tinggi
  • Tidak ideal untuk arus petir besar

 

# Metode Exothermic Welding

Metode Exothermic Welding Adalah penyambungan permanen menggunakan reaksi kimia suhu tinggi yang membuat logam mencair, menyatu secara molekuler dan menjadi satu kesatuan secara utuh

Metode ini memiliki cara kerja bubuk las exothermic Dibakar dalam cetakan grafit dengan suhu panas 1400 – 2.000⁰ C sehingga konduktor dan elektroda menyatu secara utuh tanpa baut

Kelebihan Metode Exothermic Welding :

  • Hambatan sambungan sangat rendah
  • Tidak bisa kendor
  • Sangat tahan korosi
  • Mampu menahan impuls petir ekstrem
  • Umur pakai sangat Panjang

Kekurangan Metode Exothermic Welding :

  • Biaya awal lebih tinggi
  • Memerlukan teknisi terlatih
  • Proses sekali pakai (permanen)

 

# Metode Lug Connection

Metode ini menggunakan lug kabel yang dibaut ke plat grounding atau busbar. Dengan system kerja kabel konduktor di press ke lug, kemudian lug dibaut ke plat grounding atau busbar sehingga menghasilkan kontak Listrik melalui tekanan baut.

Kelebihan Metode Lug / Skun

  • Mudah inspeksi
  • Bisa dibongkar pasang
  • Umum dilakukan pada panel

Kekurangan

  • Baut bisa kendor
  • Sensitive terhadap korosi
  • Hambatan sambungan bisa meningkat

 

# Metode Compression Connector (Crimping)

Metode crimping Adalah metode penyambungan dengan konektor kompresi yang di pres menggunakan alat hidrolik

Kelebihan metode crimping

  • Sambungan kuat
  • Rapi dan konsisten
  • Lebih baik dari klem biasa

Kekurangan metode crimping

  • Masih berpotensi korosi
  • Tidak sekuat Exothermic Welding
  • Terbatas untuk arus petir ekstrem

 

4. Fungsi dan Manfaat Penyalur Petir / Penangkal Petir

Penyalur Petir / Penangkal petir berfungsi untuk:

  • Melindungi struktur bangunan dari retak dan kerusakan
  • Mencegah kebakaran akibat lonjakan arus
  • Mengamankan peralatan elektronik dan sistem listrik
  • Melindungi keselamatan manusia di dalam bangunan
  • Menjaga keberlangsungan operasional bangunan (pabrik, rumah sakit, gedung perkantoran)